Kameraliputan.com — Maros — Gerbong mutasi di Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros kembali bergerak, Rabu, 20 Maret di Ruang Pola Kantor Bupati Maros.

Kali ini, 10 jabatan eselon II berganti, termasuk Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Andi Baso Arman. Suami dari Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari.

Mutasi ini dilakukan selang dua hari setelah pelantikan eselon III dan IV.

Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Hukum dan Politik, Prayitno dimutasi menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian. Ia digantikan Andi Rosman.

Selanjutnya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Andi Baso Arman menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah.

Kemudian Takdir yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah dimutasi menjadi Inspektur Daerah.

Muhammad Alfian dari Inspektur Daerah kini menjabat menjadi Asisten Administrasi Umum.

Kemudian Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Eldrin Saleh Nuhung dimutasi menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan.

Sedangkan Jufri dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Selanjutnya Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Agustam menjadi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Towadeng menjadi Kepala Badan Penanggulangan Daerah menggantikan Fadli yang kini menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan yang di mutasi hari ini merupakan hasil dari job fit.

“Yang dilantik hari ini yang mendapat rekomendasi dari KASN,” katanya.

Ia menyebut saat ini belum ada Juknis resmi terkait mutasi terakhir yang dilakukan kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada di November mendatang.

“Masih menunggu Juknis dari pusat, belum ada juga surat secara resmi apakah ini mutasi terakhir atau bagaimana,”jelasnya.

Dia mengatakan kalau saat ini masih ada jabatan eselon II yang kosong, yakni Dinas Lingkungan Hidup.

“Minggu ini baru akan melakukan selter. Kita sudah bentuk tim panselnya, ini informasinya masih informasi bahwa untuk pemerintah yang ingin melaksanakan pemilihan Pilkada maka batasannya pertanggal 22 jadi 20 kalau kita hitung dari jadwal PSU yang ada sekarang tetapi ini masih menunggu juknis dari pemerintah pusat jadi belum ada juga surat secara resmi bahwa hari ini adalah hari terakhir kami bisa melaksanakan mutasi” sambungnya

“tetapi setiap mengevaluasi kinerja monitoring dan evaluasi masih bisa kami lakukan jadi kalaupun akhirnya batas akhir kementerian dalam negeri Kemenpan itu masih membuka ruang untuk merasakan mutasi ketika ada hal-hal yang perlu kita evaluasi” ungkap mantan ketua DPRD Maros ini.

Diketahui, adapun pembentukan tim pansel adalah hasil untuk kita ajukan ke KSN dan inilah yang mendapatkan rekomendasi dari KSN. Sehingga masih ada satu jabatan eselon dua yang dijabat oleh pejabat sementara.

“Jadi sisa DLH yang masih kosong dan diisi oleh pejabat sementara. Yaitu dinas Lingkungan Hidup. Sebagaimana pejabat bisa memahami ada punya sertifikat kalau tidak maka ada tanda tangan komitmen yang harus ditandatangani bahwa setelah dia menjabat dia harus mengikuti pelatihan sebagaimana prosedur yang berlaku” pungkasnya.

THR ASN Pemkab Maros Sudah Bisa Dinikmati pada 1 April Mendatang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan membayarkan tunjangan hari raya (THR) 1 April mendatang. Anggaran yang disediakan sebesar Rp29 miliar.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan jumlah anggaran tersebut diperuntukkan bagi enam ribuan ASN dan PPPK Lingkup Pemkab Maros.

“THR akan kita bayarkan per tanggal 1 sampai 5 April,” ucap Chaidir, pada Selasa (19/3/2024).

Sedangkan TPP atau tunjangan tambahan penghasilan akan juga akan dibayarkan. “Insya Alah tanggal 20 sampai 25 Maret 2024, rekomendasi dari kementerian baru kita terima,” katanya.

Sementara kekurangan gaji ASN selama dua bulan dibayarkan per 18 Maret kemarin. Anggarannya Rp4,7 miliar.

“Kekurangan gaji dua bulan dibayarkan, seluruh ASN sudah terima kekurangan gajinya,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD ini berharap THR, TPP dan gaji dimanfaatkan untuk kebutuhan jelang Lebaran.

“Intinya jangan foya-foya. THR-nya digunakan dengan bijak dan kalau bisa belanjanya di Maros saja agar perputaran uang di Maros semakin bagus,”ungkap mantan Ketua DPRD Maros ini.

Dia juga mengingatkan kepada ASN untuk mengeluarkan zakat dari penghasilannya.

“Jangan sampai mau lebaran saldonya habis juga, bijak menggunakan penghasilannya,” pungkasnya.

 

Pewarta: Guntur Rafsanjani