Kameraliputan.com — Maros — Meski Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros belum digelar, Lembaga Survei Konsultan Riset dan Politik, Indonesia Global Resource (IGR) sudah merilis survei elektabilitas.

Konsultan Penelitian dan Politik Sumber Daya Global Indonesia mengungkap potret persaingan ketat di Pilkada Maros 2024. Hasil survei dipaparkan di Warkop Al Fayyad Minggu lalu (21/1/2024).

Berdasarkan data tersebut, Bupati Maros, Chaidir Syam, memimpin dengan 12,8 persen, diikuti oleh Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari, dengan 8,5 persen, dan Andi Harmil Mattororang dengan 8,0 persen.

Namun, hasil survei juga menunjukkan bahwa potensi perubahan masih terbuka lebar, dengan swing voter atau belum memilih mencapai 66,7 persen.

Menurut Direktur Eksekutif The Papua Institut, Dr. Muhammad Ridha Suaib, angka 12 persen untuk incumbent seperti Chaidir Syam masih rawan, mengingat angka tersebut biasanya berada di atas 20 persen.

Suaib menekankan bahwa peluang bagi kandidat posisi kedua dan ketiga untuk mengejar sangat besar.

Dr. Suaib menyoroti bahwa persiapan menuju Pilkada akan memegang peran kunci. Tim sukses Chaidir Syam, misalnya, diharapkan untuk mempersiapkan strategi yang matang.

Salah satu langkah yang bisa diambil adalah mendatangi tokoh-tokoh berpengaruh di Maros, seperti Hatta Rahman, yang telah sukses dalam dua Pilkada sebelumnya.

“Keberhasilan Hatta Rahman memenangkan Pilkada dua kali menunjukkan pengaruh dan basis logistik yang kuat,” katanya.

Sekadar diketahui, survei ini melibatkan 800 responden di 103 kelurahan/desa dengan tiga indikator survei, yakni warga negara Indonesia, berdomisili di Maros, minimal 17 tahun atau sudah menikah, dan bukan TNI/Polri.

Sehingga, hasil survei ini memberikan gambaran yang komprehensif terkait popularitas dan elektabilitas Calon Bupati Maros.***