Kameraliputan.com — Maros — Bupati Maros, AS Chaidir Syam menerima kunjungan Syeikh dari Palestina, Syeikh Omar Ahmad Mohammad Abu Kudeir. Kunjungan Syeikh asal Palestina ini diterima di Rumah Jabatan Bupati Maros, Kamis (14/3/2024).

Kehadiran nya adalah merupakan rangkaian Safari Ramadhan 1445 H di Sulawesi Selatan.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan merasa bersyukur dan terhormat dikunjungi oleh Syeikh Omar.

“Alhamdulillah, kita kedatangan Ustad Omar dari Palestina. Beliau menggambarkan bagaimana rakyat Palestina berjuang mempertahankan tanah mereka,” ungkapnya.

Chaidir dalam keterangannya berkomitmen untuk terus mendukung seluruh masyarakat Palestina.

Pihaknya akan terus mengajak secara kemanusiaan dalam memberikan doa dan dukungan.

“Insyaallah kita semua secara kemanusiaan akan terus memberikan doa dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaan,” bebernya.

Kunjungan Syeikh Omar Ahmad Mohammad Abu Kudeir di Sulawesi Selatan kabarnya akan berlangsung sejak tanggal 11-20 Maret 2024.


Difasilitasi oleh Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Sulsel, ia akan berkunjung ke beberapa daerah, diantaranya Makassar, Maros, Gowa, Bulukumba dan Selayar.

Ketua KNRP Sulsel, Bachtiar usai berkunjung mengatakan senang atas sambutan hangat Bupati maros. Menurutnya, Bupati Maros merespon baik dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan KNRP.

“Alhamdulillah kami bisa bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Maros. Semoga melalui momentum bulan Suci Ramadhan ini, kemerdekaan bisa terwujud di daerah Palestina,” katanya.

Bachtiar menjelaskan, kehadiran Syeikh Omar merupakan kegiatan Safari Ramadhan, mengusi ceramah dan taklim di beberapa masjid di Sulsel, termasuk di Maros.

Selain itu, Syeikh Omar juga akan bertemu dengan beberapa yayasan, lembaga, dan tokoh-tokoh serta beberapa pengusaha.

“Kami juga memperlihatkan dokumentasi penyerahan bantuan ke Palestina. Terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Maros atas donasi, sumbangan dan doanya untuk warga masyarakat Palestina,” pungkasnya.*