Kameraliputan.com — Maros — Presiden Joko Widodo menghadiri kegiatan Silaturahmi Presiden Republik Indonesia Dengan Peserta dan Pendamping Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros pada Kamis (22/2/2024) siang.

Kedatangan Presiden Jokowi isambut riuh oleh sedikitnya 5.000 emak-emak nasabah PNM yang hadir di lokasi kegiatan. Jokowi pun mengaku senang dengan sambutan tersebut. 

“Saya masuk kesini tadi senang banget. Karena semangat ibu-ibu yang kelihatannya waaaah,” kata Jokowi, Kamis (22/2/2024).

Karena semangat ibu-ibu yang kelihatannya waaaah,” kata Jokowi, Kamis (22/2/2024). 

Kepada ribuan nasabah PNM itu, Jokowi mengingatkan dua hal agar bisa menjadi pengusaha sukses. Dua hal tersebut adalah kerja keras dan disiplin. 

“Karena kita dalam berusaha itu ada dua hal yang penting menurut saya, pertama semangat kerja keras, yang kedua disiplin,” jelasnya. 

Jokowi juga berpesan agar dana pinjaman dari PNM digunakan sebaik mungkin oleh para ibu-ibu. Ia meminta agar dana itu sepenuhnya digunakan untuk kepentingan modal usaha, bukan untuk kebutuhan pribadinya. 

“Kalau dapat modal Rp5 juta dipakai untuk modal usaha, dipakai untuk modal kerja,” ucap Jokowi. 

Selain itu Presiden Jokowi juga mengaku senang lantaran PNM kini tumbuh pesat. Dimana saat pertama ia menjabat sebagai presiden nasabahnya hanya 400 ribuan orang, kini menjadi 15,2 juta orang. 

“Saya senang 2015 saya ingat, saat memulai PNM Mekaar ini nasabahnya baru 400.000. Sekarang, Pak Erick tadi menyampaikan sudah 15,2 juta nasabah,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Peningkatan Pesat PNM

051476000_1708594260-IMG-20240222-WA0126.jpg.webp

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dalam sambutannya menjelaskan bahwa seluruh program yang ada di PNM merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pengusaha ultra mikro yang ada di seluruh Indonesia. 

“Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, dimana ini beliau ingin melihat sebuah program yang memang benar-benar negara hadir, memberi kesempatan kepada pengusaha ultra mikro untuk berkembang, khususnya ibu-ibu pra sejahtera yang membutuhkan bantuan pemerintah secara langsung,” jelas Erick. 

Erick kemudian bercerita kala dirinya pertama kali menjabat sebagai Menteri BUMN pada tahun 2019. Saat itu nasabah PNM berjumlah 6 juta orang. 

“Alhamdulillah dengan kerja keras kita semua, dan dorongan dari Bapak Presiden, hari ini jumlahnya sudah 15,2 juta nasabah,” imbuhnya. 

Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan, lanjutnya, terdapat sedikitnya PNM memiliki 406.000 nasabah aktif. Tak main-main, jumlah penyaluran pinjaman untuk nasabah di Sulsel mencapai Rp6,81 triliun. 

“Tentunya untuk Kabupaten Maros sendiri, ini 24.461 ibu-ibu nasabah aktif. Dengan nilai penyaluran Rp374 miliar,” sebutnya.